Pelukan Kecil Sebelum Tidur yang Menghangatkan Hati (Cerpen)

Posted on

TERAS MAMI – Malam itu, rumah terasa lebih tenang dari biasanya. Mainan masih berserakan di ruang tamu, cucian belum selesai dilipat, dan piring makan malam masih menunggu untuk dicuci.

Mami sudah hampir menyerah. Seharian mengurus rumah dan menemani si kecil bermain membuat tubuhnya terasa lelah.

solusi network

Namun, saat Mami hendak membereskan mainan, si kecil tiba-tiba berlari menghampirinya.

“Mi, peluk dulu,” pintanya sambil merentangkan kedua tangan mungilnya.

Mami tersenyum, lalu menggendong dan memeluknya erat. Si kecil menyandarkan kepala di bahu Mami, kemudian berbisik pelan, “Sayang Mami.”

Entah mengapa, lelah yang sejak tadi menumpuk terasa sedikit berkurang. Rumah memang masih berantakan, pekerjaan belum semuanya selesai, tetapi ada kebahagiaan sederhana yang tidak bisa dibeli dengan apa pun.

Malam itu, Mami belajar satu hal: menjadi ibu bukan tentang menyelesaikan semua pekerjaan dengan sempurna. Terkadang, cukup hadir, mendengarkan, dan memberikan pelukan hangat sudah menjadi hal paling berharga bagi seorang anak.

Sebelum tidur, Mami mencium kening si kecil dan berbisik, “Terima kasih sudah membuat hari Mami indah.”

Si kecil pun tertidur dengan senyum kecil di wajahnya.

Dan untuk pertama kalinya hari itu, Mami ikut tersenyum lega.

Pesan kecil dari Teras Mami: Rumah boleh belum rapi, pekerjaan boleh belum selesai. Namun, jangan sampai kita melewatkan momen kecil yang suatu hari nanti akan menjadi kenangan paling indah.

Karena bagi seorang anak, pelukan Mami adalah rumah ternyaman di dunia.

Share WhatsApp Telegram Share Post Threads