TERAS MAMI – Pagi itu, rumah masih sedikit berantakan. Mainan berserakan di ruang tamu, pakaian belum selesai dilipat, dan cucian piring masih menunggu untuk dibereskan.
Mami duduk sebentar di teras rumah sambil memegang secangkir teh hangat. Baru dua teguk, terdengar suara kecil memanggil dari dalam rumah.
“Ma…!”
Mami tersenyum, meletakkan cangkirnya, lalu menghampiri si kecil yang sedang mengulurkan kedua tangannya.
Belum sempat Mami bertanya, anaknya langsung memeluk erat lehernya.
“Sayang Mama,” ucap si kecil dengan polos.
Entah mengapa, kalimat sederhana itu terasa begitu menenangkan. Rasa lelah yang sejak pagi menumpuk seolah sedikit demi sedikit menghilang.
Mami sadar, hari-harinya memang tidak selalu mudah. Ada pekerjaan rumah yang tak ada habisnya, kebutuhan keluarga yang harus dipikirkan, dan waktu untuk diri sendiri yang sering kali terlupakan.
Namun, di antara semua kesibukan itu, selalu ada momen kecil yang membuatnya merasa berharga.
Kadang, kebahagiaan bukan tentang rumah yang selalu rapi, masakan yang selalu sempurna, atau semua pekerjaan yang selesai tepat waktu.
Kebahagiaan bisa sesederhana pelukan kecil, senyum anak, dan kesempatan untuk duduk sebentar menikmati pagi.
Sore nanti, mungkin rumah akan kembali berantakan. Besok pun pekerjaan rumah akan datang lagi.
Tetapi pagi ini, Mami memilih untuk tersenyum dan menikmati apa yang ada.
Sebab, anak-anak tidak selamanya kecil. Akan tiba waktunya rumah menjadi lebih sunyi, dan pelukan kecil itu menjadi kenangan yang dirindukan.
Pesan hari ini: Jangan terlalu sibuk mengejar rumah yang sempurna sampai lupa menikmati kehangatan yang ada di dalamnya. Pekerjaan bisa menunggu sebentar, tetapi waktu bersama keluarga terus berjalan.
Ocehan Singkat Para Mami di Teras Mami Padang.






