TERAS MAMI – Kadang, yang dibutuhkan seorang suami bukan liburan mahal atau pergi jauh ke tempat yang indah. Cukup secangkir kopi hangat, duduk sebentar, dan menikmati suasana tanpa harus memikirkan banyak hal.
Namun, anehnya, ketika kopi sudah tersaji dan suasana mulai tenang, pikiran justru sibuk ke mana-mana.
Mulai dari pekerjaan yang belum selesai, uang belanja yang harus cukup sampai akhir bulan, kebutuhan anak yang semakin banyak, sampai rencana-rencana kecil yang belum sempat diwujudkan.
Baru saja menyeruput kopi, tiba-tiba teringat tagihan listrik. Belum habis setengah cangkir, pikiran sudah melayang ke biaya sekolah anak. Mau menikmati kopi sambil santai, eh, malah sibuk menghitung pengeluaran dalam kepala.
Begitulah hidup. Kadang badan sedang duduk santai, tetapi pikiran masih lembur.
Bagi seorang suami, secangkir kopi sering kali bukan sekadar minuman. Ada waktu untuk menenangkan diri, mengumpulkan tenaga, dan diam sejenak dari rutinitas yang tidak pernah benar-benar berhenti.
Bukan berarti ingin lari dari tanggung jawab. Hanya saja, sesekali seseorang juga perlu mengambil jeda agar bisa kembali menghadapi hari dengan pikiran yang lebih jernih.
Lucunya, waktu ngopi yang awalnya diniatkan untuk bersantai malah berubah menjadi rapat internal dengan diri sendiri.
Membahas pekerjaan, keluarga, masa depan, bahkan kejadian lima tahun lalu yang sebenarnya sudah tidak perlu dipikirkan lagi.
Kopi pun habis, tetapi pikiran belum selesai.
Akhirnya, kita hanya bisa tersenyum kecil sambil berkata dalam hati, “Sudahlah, nikmati saja kopinya dulu. Masalah besok, dipikirkan besok.”
Sebab, hidup memang penuh urusan. Namun, bukan berarti kita tidak boleh menikmati hal-hal sederhana di sela-selanya.
Kadang, yang membuat secangkir kopi terasa nikmat bukan kopinya, melainkan kesempatan untuk berhenti sebentar dari ramainya pikiran.
Kalau hari ini pikiranmu juga sedang ke mana-mana, tidak apa-apa. Tarik napas, seruput kopimu, dan beri dirimu sedikit waktu untuk beristirahat.
Besok masih ada banyak hal yang perlu diurus. Tapi sekarang, biarkan kopi ini dinikmati sampai habis. ☕
“Niatnya ngopi biar pikiran tenang. Eh, malah ingat cicilan, kebutuhan rumah, masa depan anak, sampai pertanyaan kenapa dulu waktu kecil ingin cepat dewasa.” 😂
Menurut kamu, kalau lagi ngopi sendirian, pikiran paling sering lari ke mana?






