Pagi itu, Mami hanya ingin duduk sebentar di teras rumah. Secangkir teh hangat sudah tersedia, sementara suara kendaraan mulai terdengar dari jalan depan rumah.
Belum sempat menikmati tegukan pertama, si kecil datang berlari sambil membawa mainan kesayangannya.
“Mi, lihat! Mobil-mobilanku bisa jalan cepat!” katanya dengan wajah penuh semangat.
Mami tersenyum. Teh yang tadinya ingin dinikmati selagi hangat kini mulai dingin. Belum lagi cucian yang menumpuk, lantai yang belum disapu, dan dapur yang masih menunggu untuk dibereskan.
Namun, melihat tawa kecil anaknya, entah mengapa hati Mami terasa lebih ringan.
Mami lalu menyadari sesuatu. Selama ini, ia sering menunggu waktu luang untuk merasa bahagia. Menunggu rumah rapi, pekerjaan selesai, dan semua urusan beres.
Padahal, kesibukan seorang ibu seolah tidak pernah benar-benar selesai.
Selalu ada pakaian yang harus dicuci, makanan yang perlu disiapkan, dan kebutuhan keluarga yang harus dipikirkan. Jika menunggu semuanya sempurna, mungkin Mami akan terus menunda kebahagiaannya sendiri.
Pagi itu, Mami memilih menikmati apa yang ada. Ia menemani si kecil bermain sambil sesekali menyeruput teh yang sudah tidak terlalu hangat.
Rumah boleh saja belum rapi. Pekerjaan boleh menunggu sebentar. Sebab, masa kecil anak tidak akan terulang dua kali.
Sebelum beranjak masuk, Mami memandang halaman rumah dan tersenyum kecil.
Ternyata, bahagia tidak selalu datang dari liburan mahal, hadiah istimewa, atau hari tanpa pekerjaan. Kadang, bahagia hanya berupa secangkir teh sederhana, tawa anak di pagi hari, dan kesempatan untuk berhenti sejenak dari segala kesibukan.
Hari itu, Mami belajar bahwa dirinya juga berhak menikmati kebahagiaan, meski hidup belum sepenuhnya sempurna.
Jangan terlalu sibuk mengejar rumah yang sempurna sampai lupa menikmati momen-momen kecil bersama keluarga. Tidak apa-apa jika hari ini ada pekerjaan yang belum selesai. Mami juga manusia yang membutuhkan waktu untuk bernapas dan tersenyum.
Karena di balik kesederhanaan sehari-hari, sering kali tersimpan kebahagiaan yang paling berarti.
Teras Mami: Ocehan Singkat Para Mami di Teras Mami Padang






